Ada 5 jenis KPR yang dipasarkan di Indonesia yang harus Anda tahu. Hal ini sangat menentukan mana pilihan yang terbaik yang akan ANda Ambil supaya tidak menyesal di kemudian hari.

Berdasarkan persyaratan penerima pinjaman dan tingkat suku bunga, terdapat 3 jenis KPR yaitu :

  1. KPR Konvensional/Non Subsidi
    Jenis KPR yang disediakan oleh perbankan dengan persyaratan yang mengikuti ketentuan umum perbankan serta tingkat suku bunga reguler yang ditetapkan masing-masing bank pemberi kredit.
  2. KPR Bersubsidi
    Jenis KPR yang merupakan bagian dari program pemerintah yang bekerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Yang dikenakan subsidi adalah suku bunga dan uang muka.
  3. KPR Syariah
    Jenis KPR yang disediakan oleh Bank Umum Syariah (BUS) yang berdasarkan syariat Islam. Pada Produk KPR Syariah, transaksi menggunakan prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa)

Sementara berdasarkan agunan, KPR dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. KPR Pembelian
    KPR Pembelian diajukan untuk membeli dan menggunakan rumah yang akan dieli sebagai agunan atau jaminannya. Jadi jika pemohon tidak dapat melunasi kredit, maka rumah yang dibeli akan menjadi milik bank atau pihak pemberi kredit.
  2. KPR Multiguna?Refinancing
    Merupakan sistem penilaian ulang rumah yang telah dibeli dengan menggunakan KPR Pembelian. Disebut Refinancing karena pada dasarnya jenis KPR ini merupakan pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditor dengan jaminan yang sudah dimiliki, dalam hal ini rumah.

Semoga bermanfaat.