Investasi Emas untuk Beli Rumah secara Cash

Beli rumah dengan cara cash? Bagi sebagian besar orang hal ini sangat sulit diwujudkan, namun bagi yang sudah tahu caranya hal itu bukan suatu hal yang mustahil.

Beli rumah dengan cara cash, nabung emas untuk beli rumah, beli rumah dengan cara nabung emas

Dua minggu belakangan ini inbox Saya dipenuhi 2 pertanyaan yg saling bertentangan:
1. Bro, apakah sekarang saat yg tepat untuk membeli emas?
2. Bro, harga emas udah tinggi banget ini, jual nggak?

.Untuk pertanyaan pertama Saya akan tanya balik, “Kamu mau invest untuk berapa lama?”

Untuk pertanyaan kedua, Saya juga akan tanya, “Kalo udah dijual, trus uangnya akan digunakan untuk apa?”

Kenapa ada dua pihak yg bertentangan menyikapi kenaikan harga emas?

Mungkin jawabnya adalah FOMO, Fear of Missing Out, alias takut ketinggalan. Yang mau beli, takut ketinggalan untuk menikmati keuntungan di depan mata karena melihat harga emas yang terus naik  Yang mau jual, takut nanti harga turun lagi, gak jadi untung deh.

Dilema memang 😅

Kenapa ini terjadi?

Jawabnya, karena rata-rata orang tidak menetapkan tujuan akhir sewaktu mulai berinvestasi. Dan ini SALAH.
Salah satu prinsip utama berinvestasi adalah tetapkan TUJUAN.
Kedua, tentukan JANGKA WAKTU.
Tanpa kedua hal di atas, berinvestasi akan jadi membingungkan tanpa arah.

Umumnya orang menyimpan uang tanpa tujuan yang jelas. Yang penting kumpulkan saja, penggunaannya nanti ya terserah, tergantung kapan munculnya kebutuhan itu. Ya ngga?



Nah, jika kondisinya seperti itu, tentu akan sulit untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan kita.


Apa-apa saja tujuan keuangan?

Misalnya: membeli kendaraan, membeli rumah, dana pendidikan anak, dana naik haji, dana pensiun, dll.



Nah, agar investasi menjadi terukur buatlah tujuannya menjadi seperti ini:

1. Beli rumah seharga 500 juta dalam maktu 5 tahun

2. Menaikkan haji orang tua dengan ONH Plus tahun 2025
3. Persiapan dana pendidikan anak masuk Fakultas Teknik 12 tahun yang akan datang

Dengan menetapkan tujuan, kita akan tahu seberapa besar investasi rutin yang perlu kita lakukan.

Sebagai contoh di atas tadi, misalnya kita ingin membeli rumah seharga Rp 500 juta dalam maktu 5 tahun ke depan. Itu artinya kita harus mengumpulkan uang 100 juta per tahun. Dan kalau dibagi dalam hitungan bulan, maka uang yang harus kita sisihkan adalah 8,3 juta per bulan. .

Nah, media berinvestasinya bisa kita pilih antara menyimpan secara cash atau dikonversi menjadi emas.
Jika diputuskan untuk menyimpan dalam bentuk emas, kita bisa membeli emas seharga 8,3 juta setiap bulannya.

Misalkan harga emas Rp 830 ribu. Maka dari contoh di atas kita akan memperoleh 10 gram setiap bulan. 
Katakanlah harga emas stabil sampai tahun ke lima, maka total emas yang Anda miliki adalah 5 x 12 x 10 gr = 600 gr.

Tapi apakah mungkin harga emas akan stabil selama 5 tahun ke depan?

Tentu tidak…


Misalkan di tahun ke lima harga emas menjadi Rp 1 juta per gram.
Maka jika emas tersebut dijual Anda akan mendapatkan yang cash sebesar Rp 600 juta. Kelebihan uang Rp 100 juta dapat Anda gunakan untuk membeli perabotan. Alhamdulillah…

Nah, ada satu lagi tahapan berinvestasi yang harus kita lakukan agar tujuan keuangan kita tidak meleset. Yaitu EVALUASI secara berkala.

Seperti contoh di atas kita membuat perencanaan keuangan untuk jangka waktu 5 tahun. Maka agar tujuan keuangan kita tercapai seperti yang kita inginkan, kita harus melakukan evaluasi minimal 1 tahun sekali.